[Skin Care Review] Product Empty #1 Acnes UV Tint SPF 35 PA+++

DISCLAIMER: ANOTHER REVIEW POST WHICH IS NOT PART OF MY WRITING CHALLENGE HAHAHAHAHA deal with it. I'm sorry I promise I'll continue my challenge, please have mercy! 😇😇😇


Halo! Selamat siang manusia bumi. Lewat subuh tadi pagi, saya bangun tidur dengan sebuah ide yang terus-menerus menghantui pikiran dan nggak hilang bahkan ketika nggebyur kepala pakai air pas mandi. Di kamar kostan sebenernya banyak sampah kosmetik berserakan, yang mau dibuang tapi kok ya belum sempet-sempet (sempetin!! jorok ih.). Ada botol-botol toner Viva, UV screen-nya Acnes, sheet mask, dan beberapa pensil alis yang udah abis-bis dan gak bisa dipakai lagi. Kenapa nggak bikin review product empties aja keak beauty guru itu itu itu? pikir saya, kan, lalu ya sudah, saya bawa aja satu produk ini untuk difoto. Karena cuma bawa satu, jadi sepertinya kita bikin series saja yak, hehe. Dan, ya, saya Pudy, saya agak selo hari ini jadi mari kita sharing-sharing lagi.

Untuk series pertama dari Product Empty ini, saya mau cerita dikit tentang Acnes UV Tint SPF 35 PA+++ 💕.
Penampakan Acnes UV Tint SPF 35 PA+++



Saya kira UV screen ini pasti sudah jadi sebuah barang must-have di pertengahan tahun 2018 ini, kan? Sudah banyak sekali yang nge-review di internet, bahkan saya lihat Mbak Ratu Alifa bikin DIY Cushion Foundation pakai ini UV Screen (Mbak, sumpah itu jenius banget 😍😍) jadi kalaupun saya yang review juga nggak akan ngaruh-ngaruh banget sama keadaan, sih. Cuman untuk Acnes UV Tint ini, saya sebenernya punya sedikit background cerita kenapa akhirnya bisa milih dia sebagai UV screen yang dengan sangat taat saya gunakan lebih dari 3 tahun lamanya, sebelum akhirnya murtad ke sun screen lain 😂😂. Intinya postingan ini daripada dibilang review lebih tepat dibilang cuma cerita-cerita random gitu deh.
Sudah tinggal dikit banget saudara-saudara
 Dilansir dari website CosDNA (9/11/2017), ingredients/bahan-bahan yang ada di dalam Acnes UV Tint SPF 35 PA+++ ini adalah sebagai berikut:
  1. Cyclopentasiloxane
  2. Talc
  3. Aqua (bukan merk air mineral)
  4. Dipropylene glycol 
  5. Titanium dioxide
  6. Hydrated silica
  7. Aluminium hydroxide
  8. Dimethicone/methicone copolymer
  9. Cetyl PEG/PPG-10/1 dimethicone
  10. Zinc oxide
  11. Hydrogen dimethicone
  12. Triethylhexanoin
  13. Glycerin
  14. Polymethyl methacrylate 
  15. Bis-isobutyl Peg/ppg-10/7/dimethicone Copolymer
  16. Cyclotetrasiloxane
  17. Tocopheryl acetate
  18. Polysorbate 60
  19. CI 77492
  20. Paraffinum Liquidum
  21. o-Cymen-5-ol
  22. Magnesium sulfate
  23. Fragrance
  24. CI 77491
  25. Pyridoxine HCL
  26. CI 77499
Garis besar dari ke-26 bahan-bahan di atas, sejauh sepenangkapan saya setelah googling, bahan utamanya adalah air, pigmen, sedikit minyak, sedikit Vitamin E, penangkal UVA dan UVB, silikon, dan fragrance. Tapi tenang saja, setidaknya 61.5%-nya completely safe. Sisanya tingkat kecenderungan iritasi nggak ada yang lebih dari 5 poin, hehe.Yang menakjubkan dari UV tint ini adalah tentu saja dua nomor yang saya bold di atas: Titanium dioxide dan Zinc oxide. Saya sering googling ingredient drug-store uv filter/uv screen/sun screen kan, tapi jarang banget ada yang mencantumkan kedua bahan itu secara bersamaan dalam satu produk.

Nah, setelah saya berguru pada Mbak Liah Yoo lewat channelnya tahun lalu, sedikit informasi penting yang saya temukan dan bisa saya bagikan ke temen-temen tentang Titanium dioxide dan Zinc oxide adalah, kedua bahan ini sangat bagus untuk memantulkan sinar UV (baik UVA maupun UVB) sehingga sinar UV tidak menyentuh kulit kita sama sekali. Terlebih lagi nilai SPF-nya yang mencapai 35, dan PA yang punya 3 plus (+++), walaupun murah banget, saya secara pribadi berpikir bahwa Acnes UV Tint ini adalah produk penangkal sinar uv yang cukup sakti!
Cairan Acnes UV Tint ada pigmennya

Hal menarik lainnya dari UV Tint ini tentu saja adalah tint milk-nya, kan? Ya, terdapat pigmen di dalam UV Tint ini sehingga kita bisa memakainya untuk alas make up atau sekadar pengganti bedak saja. Bahkan dalam kurun waktu 3 tahun saya pakai ini sun screen, saya takut banget mau ganti yang lain gegara saking saktinya ini produk 😅.

Sebenernya kalau buat saya gak mashokk soalnya saya item, makanya akhirnya ganti 😭😭
Yang penting sih, in my humble opinion, walaupun saya sendiri kurang banyak research-nya mengenai hal ini dan tentu saja saya tidak punya gelar sarjana dalam hal analisis kimiawi, kalau memang mau mencoba sun screen atau produk uv filter lainnya, sebaiknya dipertimbangkan untuk mencari produk yang mengandung salah satu dari kedua bahan itu. Keak sun cream yang saya pakai sekarang dari Cosrx, yang mengandung Titanium dioxide saja, misalnya.

Dulu pertama kali ketemu sama produk Acnes UV Tint ini pas masih di Jepang. Kan waktu itu saya parah banget jerawatnya entah gara-gara apa gitu kan, terus pergi ke dokter dan sama dokter nggak boleh pake make up selama seminggu. Jadilah setelah seminggu itu saya agak kapok pakai make up atau bb cream, dan karena udah menjelang musim semi kalau nggak salah, daripada makan sinar uv tiap hari jadi nyoba-nyoba nyari deh sun screen di drug store, dan ketemu Acnes UV Tint ini. Seinget saya di Jepang dulu namanya Tint Milk, tapi nggak tau kenapa namanya jadi cuma Tint aja di versi Indonesianya 😝

Oh iya, yang Mentholatum Acnes UV Tint versi Jepang sebenernya ada yang SPF 50 PA+++ warnanya ada corak pink. Saya sebelum pulang ke Indonesia dulu takut banget kan nggak ada produk ini di mari, jadi saya beli beberapa di Matsumoto Kiyoshi buat stok. Eh ternyata ada di Hypermart beuh. Tapi karena harganya jauh lebih murah daripada yang di Jepang (setidaknya 450 sampai 500 JPY kalau tidak salah ingat, sedangkan di sini tidak lebih dari 40.000 IDR) saya sebenernya pas awal-awal dulu itu takut kalau yg versi Indonesia kualitasnya udah dikurangi 😓😓😓😓. Apalagi yang produk versi Jepang itu kalau dikocok ada bunyinya, sedangkan versi Indonesia tidak ada. Tapi toh saya pakai juga sampai habis beberapa bulan yang lalu lol.

Oke, saya sudah mulai bingung mau cerita apa lagi di sini, jadi mau saya sudahi saja 😇😇. Sudah berjanji pun saya masih belum tau mau melanjutkan writing challenge kapan hehe. Anyways saya sebenernya ada hal menarik yang ingin dituangkan dalam bentuk cerita, tapi saya masih galau narasinya mau pakai bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Kok kegalauanku di situ mulu dari kemaren-kemaren kenapa sih 😪

Sampai jumpa!




*Referensi
CosDNA http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_58ce321340.html
Liah Yoo https://youtu.be/L10cWLywXwY

No comments:

Post a Comment