[FICTION] Original Oneshot: Crazy in Love

Title : Crazy in Love (English)
Author : Pudy Kusumaningrum
Genre : Romance, pop literature
Rating : PG
Disclaimer : CROSS-POSTED ON WATTPAD.
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.
Author's Note : This is another fiction of mine that is straightly snatched from my very very old fanfiction. If you've followed my track records in writing, you might notice this story though πŸ˜‚ My brain's still stuck so I'm very sorry.
PHOTOS CREDIT:
- Art by LΓΈnfeldt on Unsplash
- Felix Mittermeier from Pexels
- Photo by Na Inho on Unsplash
WARNING : I am not an expert in mental disease, and not actually suffering from the illness mentioned in this fiction. All that is experienced in by the fictional characters in this story is based solely on my imagination mixed with some simulations found online with no accuracy. As scary as it is, however, I still find it fascinating.



I shake my head. It's not like I couldn't recall. I just want to make sure that it's real-that I'm having a bad day. I move my fingers and play with the colored highlights on her hair. The pinkish strikes start from the crown on her head to her hair tip. It makes her look like she's bleeding all over the head, and those highlights are like trails of her crimson blood. But I know for sure that it's just some hair dyes. Some pink highlights. Isn't it?

[Skin Care Review] Product Empty #3 COSRX Acne Pimple Master Patch

Love is blind, now I'm blind.

Sepenggal lirik dari lagu berjudul Rumor, salah satu lagu Concept Evaluation yang dinyanyikan di Produce 48 episode 10 tepat hari Jumat minggu lalu. Tapi hari ini saya cuma bingung mau membuka blog dengan narasi seperti apa, dan kebetulan saya lagi dengerin versi audio dari lagu Rumor tersebut. Tentu saja yang akan saya bahas adalah product empty dari skin-care yang biasa saya pakai seperti beberapa post sebelumnya, bukan tentang Produce 48. Jadi, ya, halo, selamat datang untuk yang baru berkunjung ke Daily Pudy! ⭐⭐

Seperti judulnya, kali ini yang akan saya bahas adalah COSRX Acne Pimple Master Patch. Pernah saya katakan tepat di post persis sebelum post ini bahwa COSRX adalah salah satu skin care Korea yang teramat sangat dikenal oleh beauty community di Indonesia saat ini. Selain itu, COSRX Acne Pimple Master Patch juga pernah dibahas oleh Mbak Suhay Salim di review-nya beberapa bulan yang lalu, jadi saya yakin banyak yang sudah tahu tentang produk ini juga. Tapi saya tetep kepengen nulis sendiri jadi please bear with me πŸ˜…

Penampakan COSRX Acne Pimple Master Patch
Saya pikir COSRX Acne Pimple Master Patch ini sendiri sudah menjadi holy grail bagi yang punya tipe kulit acne prone atau yang kena breakout. Bagaimana tidak, COSRX Acne Pimple Master Patch ini sangat ajaib karena bisa menghisap habis whitehead dan pustula yang super eewwwwπŸ’’ dari kulit wajah dalam waktu yang sangat cepat; bisa kurang dari 24 jam dan voila, jerawat kempes seketika!

Kok bisa seperti itu ya?

COSRX Acne Pimple Master Patch memiliki zipper untuk melindungi isinya

Itu yang terus saya pikirkan sejak pertama kali pakai COSRX Acne Pimple Master Patch atau kita sebut saja, plester jerawat ajaib dari COSRX. Dari apa yang saya amati dan alami sendiri dalam beberapa bulan terakhir, plester ini menghisap cairan nanah yang ada di dalam jerawat whitehead maupun pustula dan menyimpannya di dalam tubuh plester super tipis itu sendiri, dengan begitu jerawat yang bernanah itu akan sembuh hampir tanpa bekas. Apa saja bahan-bahan yang ada di dalam COSRX Acne Pimple Master Patch yang membuat dia begitu ajaib?

Setiap satu wadahnya terdapat 24 pieces plester dengan 3 macam ukuran
Isi COSRX Acne Pimple Master Patch

Berikut ingredients/bahan-bahan aktif yang membuat plester jerawat COSRX Acne Pimple Master Patch ini seajaib yang kita tahu:
  1. Cellulose gum
  2. Styrene isoprene styrene block copolymer
  3. Polyisobutylene
  4. Petroleum resin
  5. Polyurethane film
  6. liquid paraffin
  7. Tetrakis methane
Kegunaan Cellulose gum adalah bahan untuk membuat struktur pada plester ajaib itu sendiri, dan tetap memberikan kelembaban pada kulit ketika ditempelkan. Selain itu, baik styrene isoprene styrene block copolymer, polyisobutylene, petroleum resin, adalah struktur-struktur berbentuk seperti karet yang digunakan untuk menebalkan dan membuat setiap plesternya bisa melekat erat ke kulit. Polyurethane film sendiri adalah lapisan paling luar dari si plester ini agar supaya dia tetap kedap dari udara dari luar. Bahan aktif yang ada di dalam COSRX Acne Pimple Master Patch selain Cellulose gum adalah Liquid paraffin, atau yang dikenal sebagai mineral oil. Liquid paraffin bertugas untuk menjaga kelembaban dan membuat lapisan pelindung sehingga area yang dilindungi oleh plester tidak ada kotoran, bakteri, kuman, dan minyak berlebih yang dapat masuk dan menembus si jerawat ini.

Sayangnya, saat ini bahan yang masih menjadi misteri adalah Tetrakis methane. Kalau nanti ada informasi tentang bahan ini, akan saya bagikan ke kalian. Atau, kalau kalian ada yang tau, bisa share di comment supaya kita bisa berbagi pengetahuan! πŸ˜‡


Anyways, memang benar kalau COSRX Acne Pimple Master Patch bisa menyerap nanah yang ada di dalam whitehead dan pustula (pustula: jerawat besar yang ada bintik putih ditengahnya), tapi dia tidak mengandung bahan aktif untuk meredakan jerawat yang lain, seperti sulfur atau salicylic acid. Jadi ketika kamu mengalami jerawat batu yang tidak ada bintik putihnya, niscaya COSRX Acne Pimple Master Patch ini tidak akan bekerja πŸ˜‚. Untuk itu, sedikit tips dari saya:
  • Semisal ada jerawat batu yang belum matang, sebaiknya diberi perawatan lainnya dulu sampai dia ada mata putihnya, baru ditempelkan plester COSRX Acne Pimple Master Patch ini setelahnya. 
  • Tips kedua adalah, ketika kamu mengangkat plester dari wajah dan menemukan kulitmu bolong (berpori besar) karena whitehead-nya nempel ke plester atau popping out dengan sendirinya, ada baiknya untuk memakaikan plester yang baru di atas bekas popping out itu agar supaya dia tetap steril dari kotoran. Setelah beberapa jam, pori akan mengecil dan sisa-sisa nanah akan dihisap juga, dan kulitmu akan kembali muyusss πŸ’“
Mungkin cukup itu saja dari saya. Konlusi yang bisa diambil dari pengalaman saya menggunakan COSRX Acne Pimple Master Patch hanya ada masing-masing dua poin pro dan kontra:

PRO :
  1. Cepat mengempeskan jerawat dengan menghisap nanah yang ada di dalamnya
  2. Melindungi bagian yang berjerawat dari udara bebas, kotoran, bakteri, dan minyak
KONTRA : 
  1. Tidak bisa digunakan sebagai obat jerawat aktif karena tidak mengandung sulfur/salicylic acid
  2. Nanah bisa kelihatan banget di plesternya dan akan mengganggu ketika dipakai di siang hari, jadi untuk menghindarinya bisa pakai alternatif lain yaitu COSRX Clear Fit Master Patch

Oh iya, sebenernya saya menulisnya sebagai Product Empty tapi foto-foto yang saya pakai nggak ada yang patch-nya empty πŸ˜‚. Ya kan kalau saya foto yang beneran udah habis jadi nggak estetik, to? Hahahahaha. Anyways, sekian dari saya, di bawah ini adalah foto-foto saya menimpa plester jerawat ajaib COSRX Acne Pimple Master Patch dengan makeup.

Nggak kelihatan, kan?
kalau begini keliahatan? Belum?
Tep susah kelihatan ya harusnya nggak pakai makeup saja tulul πŸ˜‚
Salam!
Ini pas banget saya selesai nulis, lagunya balik lagi ke RUMOR HAHAHA. Suhyun sama Eunbi suaranya uuuuuuu ⭐⭐⭐


Semoga Miyawaki Sakura center di final!!!





Referensi :
https://www.refinery29.com/2017/10/175355/cosrx-pimple-patch-review-ulta-korean-beauty
https://cosmeticcomposition.com/2017/06/23/cosrx-acne-pimple-master-patch-ingredient-review/
http://www.cosdna.com/eng/forum/topic.php?no=1848

[Skin Care Review] Product Empty #2 COSRX One Step Original Clear Pad

Halo, hari ini saya mau melanjutkan series Product Empties dari skincare-skincare yang pernah saya beli dan sudah habis atau menjelang habis, yak. Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas rezeki-Nya kita bisa belanja skincare setiap saat setiap waktu dan atas karunia-Nya pula kita bisa ketemu lagi di postingan nggak penting dari blog yang terlalu nganu ini.

Olrait, saya akan mulai. Hari ini kita bicara sedikit saja tentang COSRX One Step Original Clear Pad. Dan ini sudah pertengahan tahun 2018, pasti penggemar skincare sudah pada tahu dan bahkan hafal di luar kepala tentang keberadaan COSRX 'kan?

Tutup jar COSRX One Step Original Clear Pad dari atas

Dahulu sebelum memutuskan untuk beli produknya COSRX, saya takut banget soalnya banyak review yang bilang dia ampuh banget mengatasi masalah kulit. Nah, di dalam otak saya ini kalau satu produk ampuh banget malah dia agak serem, karena kemungkinan ingredients/bahan-bahan-nya nggak ramah sama kulit apalagi kalau dipakai setiap hari. Tapi waktu saya beli COSRX Acne Pimple Master Patch yang buat jerawat itu, saya sejujurnya amazed banget dengan teknologinya. Karena itu saya malah kepengen coba skincare lainnya yang diproduksi oleh COSRX ini. Jadilah saya beli COSRX One Step Original Clear Pad dan COSRX Aloe Soothing Sun Cream yang saat ini sudah mau habis juga, ternyata nggak seseram yang saya pikirkan πŸ˜‚.

Jar COSRX One Step Original Clear Pad
Sebenernya saya agak kurang paham dengan sejarah panjangnya, tapi singkatnya, mungkin sebelum berubah menjadi COSRX One Step Original Clear Pad, nama dari produk ini adalah COSRX One Step Pimple Clear Pad; yang terbaru tersebut semacam upgrade cover-nya aja gitu mungkin, karena ketika saya browsing ingredients/bahan-bahan dari kedua produk tersebut, mereka memiliki bahan-bahan yang sama persis.

COSRX One Step Original Clear Pad sendiri adalah gentle exfoliator yang berbentuk pads (semacam bantalan kapas) yang keseluruhannya basah oleh toner. Di dalam satu jar COSRX One Step Original Clear Pad ada 70 pads yang bisa digunakan setiap hari. COSRX One Step Original Clear Pad ini juga disarankan untuk digunakan 3 (tiga) kali sehari untuk hasil yang maksimal.

Cara pakai COSRX One Step Original Clear Pad:
  1. Usap wajah dengan sisi pad yang kasar
  2. Usap lagi wajah dengan sisi pad yang lebih halus
  3. Tutup jar setelah penggunaan supaya kandungan toner-nya tidak menguap bersama angin api tanah udara

Sisi kasar pada pad untuk step 1
Sisi halus pada pad untuk step 2

Tapi sejujurnya, walaupun belum ada catatan/record/review tentang apakah penggunaannya adiktif atau tidak, saya agak takut ketagihan, jadi saya cuma pakai satu kali sehari, atau dua kali sehari kalau lagi breakout yang mostly disebabkan oleh hormon pra-menstruasi.

COSRX One Step Original Clear Pad memang menjanjikan ingredients/bahan/isi yang aman dan efektif, terutama untuk mengurangi dan menenangkan jerawat. Mari kita lihat daftar ingredient dari COSRX One Step Original Clear Pad ini:
  1. Salix alba (Wilow) Bark Water
  2. Butylene Glycol
  3. Glycerin
  4. Betaine Salicylate
  5. 1,20Hexanediol
  6. Arginine
  7. PEG-60 Hydrogenated Castor Oil
  8. Panthenol
  9. Allantoin
  10. Ethyl Hexanediol
  11. Citrus aurantium Dulcis (Orange) Peel Oil
  12. Melaleuca alternifolia (Tea Tree) Leaf Oil
  13. Sodium Hydroxide
  14. Sodium Hyaluronate
Dilansir dari website resmi COSRX, bahan utama dari pembuatan One Step Original Clear Pad ini adalah Salix alba (Wilow) Bark Water yang mencapai 85.92%. Salix alba Bark Water inilah yang menggantikan fungsi air di toner pada umumnya, karena lebih banyak fungsinya. Empat fungsi utama Salix alba Bark Water di COSRX One Step Original Clear Pad ini, seperti yang bisa dikutip dari CosDNA, adalah sebagai astringent, skin-conditioning, penenang, dan tonic.

Apa itu astringent?

Kalau kamu pernah lihat produk toner dari Viva yang cucumber, dia sebenarnya adalah astringent, yang mana lebih kuat daripada toner pada umumnya, terutama karena dia mengandung lebih banyak alkohol alami. Kegunaan astringent pada bahan toner adalah untuk mengontrol produksi minyak berlebih pada wajah, terutama bagi kita yang punya wajah kayak tisu bekas dipakai pegang gorengan. Selain itu, kelebihan lain astringent adalah sebagai anti-bakteri yang melawan bakteri jerawat, mengencangkan kulit, mengecilkan pori-pori, mengontrol blackhead, dan juga melindungi kulit dengan membuat lapisan pelindung. Mungkin karena itu pula, ketika untuk pertama kalinya dalam hidup kamu buka jar COSRX One Step Original Clear Pad, kamu akan merasa bahwa bau dari pad-pad basahnya itu menyengat sekali.

Tapi tenang saja, karena kalau kita cek di CosDNA, bahan-bahan chemical exfoliator yang mengandung pelarut di COSRX One Step Original Clear Pad ini sangat aman.

Yang tidak saya rekomendasikan hanya satu: kalau kamu sedang dalam penggunaan COSRX One Step Original Clear Pad ini, tolong sekali, jangan campur penggunaannya dengan, misalnya, COSRX Natural BHA Skin Returning A-Sol, karena toner A-Sol ini ingredients-nya sangat keras dan tidak cocok kalau digunakan bersamaan dengan produk yang mengandung AHA, BHA, retinol, dan Vitamin C. Kalau mau, pakai salah satu saja.

Saya pribadi sudah dua bulan menggunakan COSRX One Step Original Clear Pad, dan saya memang merasa mengalami perubahan yang signifikan. Pertama, kulit jadi lebih halus dan tidak lagi mengalami breakout. Yang saya sadari sampai jingkrak-jingkrak sendiri adalah COSRX One Step Original Clear Pad ini benar-benar telah membersihkan hidung saya dari komedo atau blackheads. Sayangnya, dia tidak bisa menenangkan jerawat besar dengan cepat, dan tentu saja tidak bisa mengatasi dark spot dan hiperpigmentasi akibat iritasi jerawat walaupun dia mengandung anti-inflamatory.

Kalau disimpulkan mungkin pro-kontra penggunaan COSRX One Step Original Clear Pad versi saya adalah seperti ini:

PRO
  • Air dalam kandungan toner biasa diganti dengan Salix alba Bark Water yang mengandung astringent yang bagus untuk mengontrol minyak berlebih
  • Ampuh meredakan jerawat kecil
  • Meredam breakout
  • Ampuh menghilangkan blackhead
  • Menghaluskan kulit
KONTRA
  • Wanginya sangat kuat
  • Tidak terlalu bisa diandalkan untuk menenangkan jerawat yang besar-besar
  • Tidak terlalu membantu mengurangi hiperpigmentasi
  • Tidak terlalu ramah di kantong
Walaupun pada akhirnya pro-nya lebih banyak daripada kontra, saya yang awalnya mau beli jar ke-2 akhirnya mengurungkan niat dan lebih memilih menggunakan Some By Mi AHA BHA PHA 30 Days Miracle Toner. Bukan apa-apa, mungkin saya hanya penasaran karena temen saya di twitter (namanya Dien) pernah bilang toner ini bagus gitu πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚ dasar mental konsumen gampang kemakan iklan

Jar kosong COSRX One Step Original Clear Pad (tinggal sehelai)
Anyways kayaknya saya sudah terlalu banyak bacot di postingan ini. Akhir kata bila ada yang tidak berkenan mohon maaf, kalau ada yang salah-salah dalam menjabarkan mohon bisa dikoreksi. Besok-besok kepengennya ngepost fiksi lagi gitu tapi masih belum ada ide 😀

Salam!





Referensi :
CosDNA http://www.cosdna.com/eng/cosmetic_5bc0350962.html
COSRX.KR
http://cosrx.kr/product_025.html
http://cosrx.kr/product_024.html
Kawaii Beauty Japan https://kawaiibeautyjapan.com/article/757/manfaat-astringent

[Makeup Review] Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense - No. 23, Brick Rose

Selamat hari Selasa untuk semua orang di muka Bumi.

Nama saya Pudy, dan saya mau cerita awal bulan ini setelah gajian saya beli lipstick baru.

Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense No. 23 Brick Rose
Eh, kali ini sebenernya secara resmi namanya lip balm, tapi creamy dan pigmented, dan tentu saja karena dia matte jadi mau diberi nama lip balm pun tetep aja agak bikin kering hehe. Seperti biasa, saya suka sekali belanja secara random, dan kerandoman saya bulan ini jatuh pada brand bernama Mamonde. Sejujurnya saya tertarik dengan Cushion yang juga ditawarkan oleh Mamonde ini, tapi kejadian tidak menyenangkan pernah saya alami bersama dengan cushion dari The Face Shop yang terlalu "berkilau" seperti yang saya utarakan di beberapa post yang lalu, dan sejujurnya, sejujur-jujurnya, saya trauma gitu 😒😒

Bentuk fisik Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense No. 23 Brick Rose

Anyhows, Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense pun saya beli dengan banyak pertimbangan; karena sepertinya brand ini sungguh oke makeup series-nya, dan karena saya lagi kepengen punya lipstick yang saya benar-benar bisa stick selama beberapa waktu lamanya. Lalu saya melihat-lihat shade yang saya inginkan, browsing-browsing swatch-nya di google, dan kemudian saya sangat tertarik dengan seri No. 23 yang Brick Rose, dan saya belilah itu color balm. Dan kemudian dia dikirimkan ke saya dan saya mencobanya dan.

Saya suka.

Suka sekali.

Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense No. 23 Brick Rose swatch
Saya nggak pernah sesuka ini sama lipstick sejujurnya, karena walaupun benda itu krusial untuk menutupi warna asli bibir saya yang jelek, tapi cukup banyak yang pada akhirnya mengecewakan seperti halnya laki-laki. Waktu nge-swatch sendiri berasa wow, karena warnanya pink tapi agak ungu tapi agak oren tapi agak cokelat gimana gitu, tapi kalau dibilang kayak batu-bata pun tidak terlalu. Keunikan warna nude-nya ini cocok banget buat dipadukan sama warna kulit semisal kita punya kulit yang agak gelap dan bibir alami yang cenderung gelap pula.

Satu-satunya hal yang disayangkan dari Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense ini hanyalah, dia nggak tahan lama sama sekali. Ya, cukup awet, tapi nggak sampai yang bisa tahan lebih dari 3 jam. Butuh re-apply secara konstan untuk menjaga warnanya tetap bagus di bibir. Terlebih lagi kalau dipakai makan. Sebenernya Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense ini nggak banyak transfernya, baik ke gelas, sendok, sedotan, tapi dia cepet sekali luntur kalau kena kuah dan minyak. Jadi bisa dibilang secara kualitas dan formula, Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense ini cukup standar atau biasa-biasa saja.

Beberapa hari yang lalu pun saya tiba-tiba sadar. Kayaknya saya sudah punya beberapa lipstick nude dan matte dengan warna yang hampir serupa dengan Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense No. 23 Brick Rose ini. Saya pun mencoba swatch beberapa lipstick/lip tint yang saya punya secara bersamaan, dan memang benar-benar hampir mirip πŸ˜…πŸ˜‚


Yang saya swatch di atas adalah :
  • Elsheskin Matte Lipstick (Autumn)
  • ZOYA Cosmetics Ultramatte Lipstick (Amber Glow)
  • 3CE Velvet Lip Tint #Going Right
  • Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense No. 23 Brick Rose
Memang, keempat lipstick/tint/balm tersebut memiliki shade yang hampir serupa, tapi Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense No. 23 Brick Rose ini paling gelap diantara mereka semua. Di mata saya bahkan warna Brick Rose ini terlihat seperti campuran Elsheshin Autumn, Zoya Amber Glow, dan 3CE Velvet #Going Right dicampur menjadi satu 😝😝 Makanya saya kok suka gitu kali ya hahahahahahaha.

Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense Swatch di bibir sendiri. Maaf ini saya belum benerin tempered glass saya yang retak-retak di berbagai tempat termasuk yang ngalangin kamera depan, jadi jelek begini gambarnya πŸ˜‚πŸ˜‚

Kalau suka warna-warna nude, saya sih merekomendasikan lip balm Mamonde ini. Ada beberapa warna/shade lain yang juga nggak kalah bagusnya, dan patut dicoba pula. Sebelum kita tutup post hari ini, ada baiknya kita merangkum pro-kontra Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense ini terlebih dahulu:

Pro :
  • Warnanya bagus banget
  • Creamy
  • Pigmented, menutup keseluruhan warna bibir asli
Kontra :
  • Nggak tahan lama
  • Cepat luntur kalau kena air/minyak
  • Harus sering-sering re-apply 
Yosh, begitulah kesan-kesan saya terhadap Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense yang baru masuk ke kantong makeup saya bulan Agustus ini. Oh iya, gara-gara Produce 48 sebenernya saya jadi kepengen mencoba makeup glittery macem k-pop2an gitu hahahahaha. Terus semalam saya ngantri setengah jam di kasir cuma buat beli glitter di Mirota Kampus. Ya, seharusnya saya cari saja di Mutiara atau di mana gitu untuk menemukan glitter eye shadow yak, tapi saya malas. Saya beli Inez lagi, dan menurut saya sih bagus banget glitternya waktu di-swatch di tangan. Mungkin besok-besok akan saya coba apply di mata beneran hehe.

Sampai jumpa di postingan selanjutnya!
Dadahhh...

11 Hari dari Post Terakhir

Halo, apa kabar?

Kalau dilihat dari tanggalnya, terakhir saya ngepost di sini adalah tanggal 2 Agustus 2018, yang mana adalah 11 hari yang lalu kalau dihitung dari hari postingan ini dirilis (13/8). Banyak hal yang terjadi selama 11 hari itu pula, dimulai dari berbagai banyak kegiatan komunitas yang harus saya ikuti karena saya adalah kakak angkatan yang baik hati dan tidak sombong di jurusan Sasing serta kesibukan saya nonton beberapa episode Produce 48 terakhir sampai hapal sama lagu-lagunya. Belum lagi hal yang tidak direncanakan sama sekali seperti demam tinggi yang tidak oye. Ya, benar, writing challenge saya yang ke-4 adalah tentang Rant about Anything, tetapi sejujurnya saya sedang tidak ingin melakukannya. Maksud saya, untuk nge-rant saja saya merasa saya harus melakukan banyak research dan mengeluarkan argumen tentang hasil research itu, jadi agak memakan waktu juga hehe berasa bikin artikel buat jurnal akademik wae.

Sebenernya saya bulan lalu mendaftar untuk mengikuti tes IELTS di IDP Yogyakarta. Nganu, ya tentu saja ulterior motive saya mengambil tes ini adalah untuk bisa dipakai mempromosikan diri ke berbagai institusi, siapa sih yang nggak, ya kan? Tapi tentu saja selain itu adalah karena saya merasa ilmu saya mulai agak tumpul. Walaupun saya sudah nggak perlu lagi menghafal tenses yang njelimet tapi nggak njelimet-njelimet-amat, tapi di tes IELTS tidak ada yang namanya seksi Structure. Saya hanya mengandalkan general knowledge saya di Bahasa Inggris, berharap saya bisa sebulan penuh efektif belajar agar supaya mendapatkan skor IELTS yang maksimal. Tapi apa daya, di antara hari pertama saya memutuskan untuk mendaftar IELTS sampai hari H pelaksanaan IELTS itu (11 Agustus 2018) effort saya untuk belajar mungkin hanya mencapai 30%, yang mana akan saya sesali seumur hidup. Beberapa hari setelah saya bayar IELTS dan mengkonfirmasi ke kantornya, saya dimintai tolong oleh kakak angkatan bersama dengan adik angkatan di jurusan untuk ikut kegiatannya Prasasti, yang mana sangat intensif.

Tapi tidak berarti saya tidak suka. Saya sangat sayang dengan adek-adek saya di Prasasti, dan Prasasti adalah salah satu fondasi saya menjadi diri saya saat ini. Prasasti merupakan komunitas pecinta karawitan yang didirikan oleh (dulu) mahasiswa Sasing angkatan 2009 di tahun 2011. Waktu itu saya masih sophomore yang naive halah, dan untuk me-redeem diri saya sendiri yang suka sama budaya negara lain, saya belajar pula mencintai gamelan dan karawitan. Dari situ dan seterusnya sampai bahkan sekarang sudah lulus, Prasasti masih terus berjalan dan tetap berada di hati setiap anggotanya dari generasi pertama. Dan karena itulah, ketika saya diminta tolong untuk membantu, ya saya bantu dengan senang hati.

Nah ini yang bikin badan jadi oleng. Ketika saya sangat aktif di Prasasti dulu, saya masih berstatus mahasiswa. Pun ketika skripsi berjalan dan saya sudah berada di ambang kelulusan dari yujiem, saya cukup gabut sehingga tidak mengganggu fisik saya ketika masih aktif di Prasasti. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang. Kemarin saya sibuk di Prasasti, belum lagi kewajiban saya nyambut gawe di kampus seberang jalan Kaliurang, belum lagi ditambah belajar buat IELTS dan tentu saja begadang untuk nonton Produce 48, plus saya harus pulang-pergi ke Kudus untuk menyita kamera DLSR-nya Papa, akhirnya saya demam tinggi banget dan literally tepar.

Dan saya 3 hari nggak masuk kerja. Tapi tetep nonton Produce 48.

Terus kan jadi semacam kehabisan waktu untuk belajar gitu. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuka blog sama sekali demi bisa mengejar ketertinggalan saya akan materi IELTS. TAPI ya nasib aja sih, sampai detik-detik terakhir pun saya tidak kunjung belajar. Satu setengah jam sebelum saya tes pun, saya cuma sempat browsing tentang tips and trick gimana dapet skor IELTS yang tinggi. Eh, apa perlu kita bahas tips and trick IELTS juga di blog ini? Yawla nanti blog ini tambah random gaes nggak jelas konsepnya apa πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜‚

Anyways, karena semua itu sudah selesai, sekarang saatnya kembali ke kesibukan awal yaitu nyambut gawe nyambi blogging haha. Kemaren saya beli Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense yang No. 23 Brick Rose, dan saya suka banget❗❗❗❗ Nendang banget oyeeeeeeeee❗❗❗ Jadi mungkin besok-besok saya mau nge-review itu.

Oh ya, terakhir sebelum menutup ini, saya mau bilang kalau saya sudah ikhlas Matsui Jurina mundur dari Produce 48. Dua minggu saya being miserable karena ini, tapi melihat lagi beberapa VTR yang ada Jurina-nya, saya ngerasa dia terlalu kurus untuk menjadi seorang manusia, jadi duh dek istirahatlah. Walaupun saya sudah nggak punya jagoan lagi buat debut di Koreya, tapi saya mendukung agar supaya Miyawaki Sakura bisa jadi center grup yang nantinya debut dari Produce 48 (hahahahaha apa itu namanya nggak ngejagoin ya hahahahaha). Kalau dari segi personality saya suka banget sama Ahn (Anh?) Yujin, sama Choi Yena. Kalau dari segi vokal saya suka Jang Gyuri. Kalau dari segi... apa ya? Nihonjin yang kudu ikut debut, ya tentu saja Takeuchi Miyu dan Honda Hitomi. Kalau Miyazaki saya hanya kasihan saja karena dulu seharusnya dia terkenal banget.

Duh Sakura-chan kamu makan janin bayi apa gimana sih kinclong amat 😭😭
Udah gitu aja dulu ya. Postingan ini sangat random, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Besok ketemu lagi (semoga), dengan konten yang mungkin lebih random lagi.

Salam damai Indonesiaku!

[FICTION] ORIGINAL ONESHOT: Katsudon

Title : Katsudon

Author : Pudy Kusumaningrum (pudy_k)

Genre : Teenlit, pop literature, romance, daily life

Type : One Shot (1686 words)

Rating : PG
CROSS-POSTED ON WATTPAD on August 1 2018.
A/N : Actually not the first time I write an entirely original fiction of my own, but probably the first time I publish it and make it available to the world. Well, I don't know though, because the main idea came from my very old fanfiction written in Bahasa Indonesia. Thus, I couldn't think of any other name beside the characters name in this fiction so I really don't know. I'll let you decide.
Disclaimer : My original fiction.
Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.

 Cover :  Photo by Tan Danh from Pexels

"Often times people say that when you’re madly in love with somebody, you will be able to do crazy things for them. Often times Hikaru thinks they’re wrong. Things that you do when you’re in love, you do it for love, voluntarily, willingly, unforcefully. In fact, it should be labelled as just something normal as everything else that you do for yourself in your everyday life."