11 Hari dari Post Terakhir

Halo, apa kabar?

Kalau dilihat dari tanggalnya, terakhir saya ngepost di sini adalah tanggal 2 Agustus 2018, yang mana adalah 11 hari yang lalu kalau dihitung dari hari postingan ini dirilis (13/8). Banyak hal yang terjadi selama 11 hari itu pula, dimulai dari berbagai banyak kegiatan komunitas yang harus saya ikuti karena saya adalah kakak angkatan yang baik hati dan tidak sombong di jurusan Sasing serta kesibukan saya nonton beberapa episode Produce 48 terakhir sampai hapal sama lagu-lagunya. Belum lagi hal yang tidak direncanakan sama sekali seperti demam tinggi yang tidak oye. Ya, benar, writing challenge saya yang ke-4 adalah tentang Rant about Anything, tetapi sejujurnya saya sedang tidak ingin melakukannya. Maksud saya, untuk nge-rant saja saya merasa saya harus melakukan banyak research dan mengeluarkan argumen tentang hasil research itu, jadi agak memakan waktu juga hehe berasa bikin artikel buat jurnal akademik wae.

Sebenernya saya bulan lalu mendaftar untuk mengikuti tes IELTS di IDP Yogyakarta. Nganu, ya tentu saja ulterior motive saya mengambil tes ini adalah untuk bisa dipakai mempromosikan diri ke berbagai institusi, siapa sih yang nggak, ya kan? Tapi tentu saja selain itu adalah karena saya merasa ilmu saya mulai agak tumpul. Walaupun saya sudah nggak perlu lagi menghafal tenses yang njelimet tapi nggak njelimet-njelimet-amat, tapi di tes IELTS tidak ada yang namanya seksi Structure. Saya hanya mengandalkan general knowledge saya di Bahasa Inggris, berharap saya bisa sebulan penuh efektif belajar agar supaya mendapatkan skor IELTS yang maksimal. Tapi apa daya, di antara hari pertama saya memutuskan untuk mendaftar IELTS sampai hari H pelaksanaan IELTS itu (11 Agustus 2018) effort saya untuk belajar mungkin hanya mencapai 30%, yang mana akan saya sesali seumur hidup. Beberapa hari setelah saya bayar IELTS dan mengkonfirmasi ke kantornya, saya dimintai tolong oleh kakak angkatan bersama dengan adik angkatan di jurusan untuk ikut kegiatannya Prasasti, yang mana sangat intensif.

Tapi tidak berarti saya tidak suka. Saya sangat sayang dengan adek-adek saya di Prasasti, dan Prasasti adalah salah satu fondasi saya menjadi diri saya saat ini. Prasasti merupakan komunitas pecinta karawitan yang didirikan oleh (dulu) mahasiswa Sasing angkatan 2009 di tahun 2011. Waktu itu saya masih sophomore yang naive halah, dan untuk me-redeem diri saya sendiri yang suka sama budaya negara lain, saya belajar pula mencintai gamelan dan karawitan. Dari situ dan seterusnya sampai bahkan sekarang sudah lulus, Prasasti masih terus berjalan dan tetap berada di hati setiap anggotanya dari generasi pertama. Dan karena itulah, ketika saya diminta tolong untuk membantu, ya saya bantu dengan senang hati.

Nah ini yang bikin badan jadi oleng. Ketika saya sangat aktif di Prasasti dulu, saya masih berstatus mahasiswa. Pun ketika skripsi berjalan dan saya sudah berada di ambang kelulusan dari yujiem, saya cukup gabut sehingga tidak mengganggu fisik saya ketika masih aktif di Prasasti. Tapi semua berubah ketika negara api menyerang. Kemarin saya sibuk di Prasasti, belum lagi kewajiban saya nyambut gawe di kampus seberang jalan Kaliurang, belum lagi ditambah belajar buat IELTS dan tentu saja begadang untuk nonton Produce 48, plus saya harus pulang-pergi ke Kudus untuk menyita kamera DLSR-nya Papa, akhirnya saya demam tinggi banget dan literally tepar.

Dan saya 3 hari nggak masuk kerja. Tapi tetep nonton Produce 48.

Terus kan jadi semacam kehabisan waktu untuk belajar gitu. Akhirnya saya memutuskan untuk tidak membuka blog sama sekali demi bisa mengejar ketertinggalan saya akan materi IELTS. TAPI ya nasib aja sih, sampai detik-detik terakhir pun saya tidak kunjung belajar. Satu setengah jam sebelum saya tes pun, saya cuma sempat browsing tentang tips and trick gimana dapet skor IELTS yang tinggi. Eh, apa perlu kita bahas tips and trick IELTS juga di blog ini? Yawla nanti blog ini tambah random gaes nggak jelas konsepnya apa 😂😂😂😂😂

Anyways, karena semua itu sudah selesai, sekarang saatnya kembali ke kesibukan awal yaitu nyambut gawe nyambi blogging haha. Kemaren saya beli Mamonde Creamy Tint Color Balm Intense yang No. 23 Brick Rose, dan saya suka banget❗❗❗❗ Nendang banget oyeeeeeeeee❗❗❗ Jadi mungkin besok-besok saya mau nge-review itu.

Oh ya, terakhir sebelum menutup ini, saya mau bilang kalau saya sudah ikhlas Matsui Jurina mundur dari Produce 48. Dua minggu saya being miserable karena ini, tapi melihat lagi beberapa VTR yang ada Jurina-nya, saya ngerasa dia terlalu kurus untuk menjadi seorang manusia, jadi duh dek istirahatlah. Walaupun saya sudah nggak punya jagoan lagi buat debut di Koreya, tapi saya mendukung agar supaya Miyawaki Sakura bisa jadi center grup yang nantinya debut dari Produce 48 (hahahahaha apa itu namanya nggak ngejagoin ya hahahahaha). Kalau dari segi personality saya suka banget sama Ahn (Anh?) Yujin, sama Choi Yena. Kalau dari segi vokal saya suka Jang Gyuri. Kalau dari segi... apa ya? Nihonjin yang kudu ikut debut, ya tentu saja Takeuchi Miyu dan Honda Hitomi. Kalau Miyazaki saya hanya kasihan saja karena dulu seharusnya dia terkenal banget.

Duh Sakura-chan kamu makan janin bayi apa gimana sih kinclong amat 😭😭
Udah gitu aja dulu ya. Postingan ini sangat random, mohon dimaklumi dan dimaafkan. Besok ketemu lagi (semoga), dengan konten yang mungkin lebih random lagi.

Salam damai Indonesiaku!

No comments:

Post a Comment