[Skin Care Review] Product Empty #4 Natural Pacific Phyto Niacin Whitening Essence (Kemasan Lama)

Selamat hari Selasa.

Lama rasanya tidak membicarakan tentang skin care di sini. Mungkin sudah ada satu bulan sejak terakhir kali saya post tentang Product Empty, karena memang akhir-akhir ini saya tidak semaniak dulu dalam mencoba skin care juga, haha. Anyways, kali ini saya mau membicarakan tentang produk yang sebenarnya sudah terlalu banyak direview oleh Beauty Blogger di Internet. Tapi, berhubung seperti biasa review saya sangat subjektif, jadi saya ingin membicarakan tentang produk ini murni dari perspektif saya sebagai konsumen.

Untuk itulah sebagai disclaimer, review ini adalah honest review/review jujur dari lubuk hati saya yang paling dalam. Bisa jadi yang dialami oleh orang lain berbeda karena kita tidak ada yang dilahirkan memiliki kondisi yang sama persis satu sama lain. Dan, yap, seperti judulnya, honest review/review jujur kali ini akan membicarakan tentang Natural Pacific Phyto Niacin Whitening Essence yang kemasan lama.

Mengapa kemasan lama?

Karena saya tidak repurchase/membeli lagi produk serupa setelah habis satu botol.

Honest review Natural Pacific Phyto Niacin Whitening Essence kemasan lama. Isi Natural Pacific Phyto Niacin Whitening Essence yang cenderung cair dan mudah meresap ke kulit seperti yang dilihat dalam foto.

[REVIEW] Movie: Peppermint (2018)

Halo, selamat hari Senin. Semoga hari pertama kerja Anda menyenangkan.

Hari ini saya ingin menulis movie review yang sudah lama ingin saya lakukan. Movie review kali ini adalah film Hollywood yang dibintangi oleh aktris A-List yaitu Jennifer Garner. Judul film-nya adalah Peppermint (2018). Seperti yang sudah-sudah, film ini tidak terlalu mendapatkan respons yang positif di Rottentomatoes karena pemeran utamanya adalah perempuan, meski memiliki premis yang bagus. Entahlah, mungkin selera saya yang terlalu kacau, tapi saya pribadi memberikan nilai sebagai berikut :

⭐⭐⭐ 3.75/5

Peppermint (2018) poster courtesy: imbd.com
Warning: Spoiler alert!!!!

Bagi yang ingin menonton dan tidak suka diberi spoiler silakan skip saja. Saya sudah memperingatkan, jadi mohon kita bisa saling respek kedepannya. Yuk, mari kita menjelajahi ruang dan waktu dengan film Peppermint ini.


(Movie review is in Indonesian)

Some Kind of Random Band Performance

Soooo, my band's latest performance is up in our Youtube channel. Only one song has been uploaded so far though, but it's already embarrassing for me. Especially me, because I made so many -effin- mistakes that it's very apparent and such a shame, even though I really liked the songs performed 😭

Anyways please do visit our channel! Here's us covering The Gazette's Cassis. Yes, my band is pretty much specialized in doing Japanese songs cover. /shrug


Uey, I'm listening to Produce 48's Rolling Rolling right now lol, I don't know how it is related to this post but.... you know.

They seem quite happy but I'm sure they're just laughing at things only they understood.

[Makeup Review] NYX Full Coverage Concealer CJ05

Selamat hari Kamis, sudah ngopi kah hari ini?

Sedikit trivial guys, sebisa mungkin tolong hindari kopi sachet, karena itu beneran nggak bagus untuk lambung. Apalagi kalau dikonsumsi 2 sampai 3 kali sehari, bahaya banget karena bisa menaikkan asam lambung dan bikin tremor tidak berkesudahan. Oh iya, pun suka kopi dan suka gaya hidup tertentu, sebaiknya hindari kopi-kopi dari franchise-franchise impor terkenal karena mereka (allegedly) biasanya mencampur biji kopi yang bagus maupun yang jelek, tanpa ada sortiran 😂. Jadi kalau mau ngopi sebaiknya belilah biji kopi dan olah (roast) sendiri, atau kalau tidak ya sebaiknya pergi ke kafe yang menyediakan single origin yang kita bisa tahu kopinya dari mana. Kopi2 di Indonesia ini beraneka ragam dan enak-enak, jadi sembari kita bisa menikmati kopi itu kita juga membantu mensejahterakan petani kopi lokal.

Kata orang yang bahkan masih suka beli produk impor seperti saya dan masih minum kopi sachet kalau kepepet. Halah.


Omong-omong tentang ke-halah-an, saya sebenarnya membuat post ini karena saya sudah lelah dan agak kecewa dengan brand yang akan saya bicarakan. Ya, saya pernah membicarakannya sedikit di post tentang Drug Store Makeup Haul beberapa bulan yang lalu. Dari beberapa brand makeup yang saya beli waktu itu, sejujurnya produk inilah yang paling bikin saya kesal.

Dia adalah NYX Full Coverage Concealer CJ05, sebuah concealer di dalam jar yang meng-klaim diri full coverage. Bukan cuma karena dia tidak benar-benar full coverage, saya juga cukup kecewa dengan formulasinya dan klaim tentang NYX Full Coverage Concealer ini yang creasing free.

NYX Full Coverage Conceale, Concealer dalam jar

Layout Change, Finally!

Hello, how are you doing?

It's been awhile now. Well, no, it's only like 12 days since the last time I posted something in this blog, so it's not that long ago. But I feel like I've been through so many things these days 😂. My band is having tight schedule especially this month, and I have another upcoming language proficiency test like two months from now on, and I need to remember at least six books of materials to pass my test, and my teacher... I shouldn't judge though, but I haven't been feeling comfortable with her teaching me 😅😅

So yeah. Going back and forth with only one aim in mind but each steps are very steep and dangerous and I am quite stressed that I suddenly forgot how to speak in public 😂.

Anyways, I've been dying to review some of my favorite skin cares that I use but because in one day we only have 24 hours I still can't find the right time to sit tight and write. That also happens with my brain when it comes to writing fictions. I tend to not be able to write any stories and/or fiction when I'm close to someone, which is suck. But I'll be coming back here with some updates for sure. Look, I've even updated my layout! I feel like my old layout is not that appealing so I changed it into this 😂😂 But is this appealing enough for you or should I change it to another layout again?

What do you think about my current layout?

Oh, I actually have a get-ready-with-me make up video but I kind of doubt to share it publicly. I mean, I'm ugly, and I'm not that good with make up either, and I'm not good with video editing so yeah. Here's an accidental pic of me once I finished filming my failed attempt grwm video. It's accidental, so it probably looks good for you. IT IS NOT, in reality.


I tempted to use glitter eyeshadow from Inez in this grwm, and I tried so hard to create a namidabukuro (what's the English for this? Eyebags? No? Tearbags? What?) effect but it turns out too dark I guess? I have very large eyes, what should I do with them 😂😂😂

That's it. That is about everything that I can say in this post. If you're looking for my social media, links are attached on the top-right corner of this page. Hit me up guys! Please? Hahaha.

Thank youuuu and see you soon!

[Makeup Review] Innisfree No-Sebum Blur Primer

Slamat hari Jumat, teman-teman!
Tidak terasa besok sudah hari Sabtu, yang artinya kita-kita kaum karyawan yang bekerja Senin-Jumat bisa mulai leyeh-leyeh nanti sore. Apakah sudah ada rencana mau ke mana akhir pekan ini? Kalau saya sebenarnya cuma ingin beristirahat, tapi pada kenyataannya harus mengintensifkan latihan juga karena hari Selasa minggu depan akan perform di Toys Fair di Lippo Plaza Yogyakarta 😅

Omong-omong, hari ini saya ingin membuat sedikit saja review Innisfree No-Sebum Blur Primer. Bisa dibilang ini adalah primer pertama saya, dan saya meluangkan banyak sekali waktu untuk melakukan research sebelum memutuskan untuk membeli produk yang satu ini. Sabenarnya sudah beberapa bulan sejak pertama kali saya memakainya, tapi keinginan untuk review kala itu masih agak tipis karena jarang memakai makeup juga. Selain itu, banyak pula yang sudah mereview Innisfree No-Sebum Blur Primer di internet. Adapun yang saya tulis di review kali ini adalah murni dari apa yang saya alami sendiri, ya. Tanpa babibu, mari kita menuju ke review Innisfree No-Sebum Blur Primer ini.

Kotak/box dan isi dari Innisfree No-Sebum Blur Primer, agak kotor karena sudah cukup lama berada di tas 😥

[REVIEW] Movie: Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212


Mumpung masih fresh dan belum lupa-lupa banget, saya ingin menulis review untuk film terbaru Indonesia berjudul, Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, yang dirilis di bioskop-bioskop tanah air sejak 31 Agustus 2018 yang lalu.

Pertama saya ingin sekali mengucapkan selamat, karena filmnya tergolong sukses. Merinding juga waktu pertama kali diputer dan ada opening dari 20th Century Fox, udah serasa mau nonton film Hollywood gitu. Apalagi, siapa yang tidak kenal Wiro Sableng? Dia adalah pahlawan semua orang sejak pertama kali muncul di media cetak dan televisi. Kalau saya, pengalaman pertama saya menonton series Wiro Sableng adalah dulu ketika masih kecil. Diciptakan oleh (alm.) Bastian Tito, ayah dari Vino G. Bastian pemeran Wiro Sableng live action, Wiro Sableng punya banyak sekali kenangan di kepala saya. Nonton film-nya pun jadi yang terkagum-kagum wah keren wah keren gitu, karena selain merasakan flash back ke masa lalu, juga terkesan dengan garapan film itu sendiri. Jadi, saya review, ya.

SKOR : ⭐⭐⭐ 3.5/5

Poster Courtesy bioskoptoday.com
WARNING!!! Dari sini konten post akan banyak mengandung spoiler. Jadi semisal kamu belum nonton dan ingin menonton, diusahakan untuk skip review ini saja. Kecuali kalau kamu ada tendensi masokis, sila dibaca, tidak apa-apa.

Oh iya, disclaimer dulu, sebelumnya saya mau bilang kalau saya tidak mengerti tentang detail dari pembuatan sebuah film, jadi semisal ada yang salah dalam pengkategorian atau penamaan tertentu, saya terbuka dengan masukan dan koreksi dari Anda semua. Sebagai tambahan, ini adalah review jujur saya dari apa yang saya rasakan sendiri ketika menonton Wiro Sableng Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212, dan karena perbedaan pendapat itu sah dan diatur oleh Undang-Undang, jadi saya terbuka juga jika ada yang tidak setuju.

[Makeup Review] The Body Shop: Matte Clay Skin Clarifying Foundation (Savannah Pecan 042) & Matte Lip Liquid (Mauritius Dahlia 017)

Halo, selamat pagi, siang, sore, dan malam!

Tidak terasa kita sudah memasuki bulan September, yang artinya sekitar kurang dari 4 bulan lagi, kita akan ganti tahun. Apakah resolusi di tahun 2018 kalian sudah ada yang tercapai? Saya yang minor sudah, tapi resolusi mayornya masih terus berusaha untuk diwujudkan sampai sekarang 😂. Semoga cepat tercapai, walaupun ada beberapa doa dari orang lain yang menghalanginya.

Untuk post review pertama di bulan September ini, saya ingin membicarakan dua produk sekaligus, dari satu brand yang sama: The Body Shop. Disclaimer dulu, ini adalah honest review saya, jadi mungkin kalian akan mendapatkan reaksi yang berbeda dan mungkin ada yang setuju dan tidak setuju, itu adalah hak masing-masing, karena kebebasan berpendapat diatur dalam Undang-Undang. Adapun dua produk yang saya beli di akhir bulan Agustus lalu adalah:
  1. The Body Shop: Matte Clay Skin Clarifying Foundation (Savannah Pecan 042)
  2. The Body Shop: Matte Lip Liquid (Mauritius Dahlia 017)
Bentuk fisik dari The Body Shop: Matte Clay Skin Clarifying Foundation (Savannah Pecan 042) & Matte Lip Liquid (Mauritius Dahlia 017)